Ribuan Pemudik Tiba di Kabupaten Blitar, Pemkab Perketat Isolasi Mandiri

Ribuan Pemudik Tiba di Kabupaten Blitar

Hingga kini, terdata 3.674 pemudik telah datang.

Foto : Satker Pemprov Jatim beri bantuan sembako bagi keluarga yang dikarantina

Jakarta ~ Gelombang pemudik mulai memasuki Kabupaten Blitar sejak akhir Maret 2020. Hingga kini, terdata 3.674 pemudik telah datang. Untuk itu Pemkab Blitar meminta pamong dan aparat keamanan semakin memperketat pengawasan isolasi mandiri bagi pemudik di desanya.
Sekretaris Gugus Tugas COVID-19 Pemkab Blitar, Achmad Cholik menyatakan, ribuan pemudik itu menyebar hampir di semua kecamatan Kabupaten Blitar. Namun ada 10 kecamatan tercatat dengan jumlah pemudik tinggi. Yakni Kecamatan Bakung, Binangun, Doko, Kademangan, Panggungrejo dan Selopuro. Selain itu juga terdata di Kecamatan Selorejo, Srengat, Wlingi dan Wonotirto.

"Dari 3.674 itu didominasi para pekerja migran Indonesia (PMI). Kedatangan mereka sesuai protokoler penanganan Corona sejak dari bandara sampai ke tingkat desa," kata Cholik dikonfirmasi detikcom, Kamis (9/4/2020).

Cholik mengakui, pemudik dari kalangan PMI jauh lebih mudah terkoordinir karena ada data kedatangan dari pihak bandara maupun Pemprov Jatim. Namun untuk kedatangan pemudik dari wilayah episentrum Corona, seperti Jakarta, Bali, Surabaya dan Kalimantan, Pemkab Blitar meminta setiap desa menyiapkan tempat karantina. Dari 220 desa, masih satu Desa Karangsono Kecamatan Kanigoro yang mengisolasi pemudik secara kolektif di satu lokasi tersendiri.

"Sampai saat ini masih Desa Karangsono yang menjadi percontohan karantina warganya yang datang dari Bekasi. Dan itu diapresiasi Gubernur Jatim. Hari ini satker Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Dinsos Jatim memberikan bantuan sembako bagi keluarga yang di karantina di Karangsono, Kanigoro," jelasnya.

Menurut Cholik, skema karantina pemudik menjadi tanggung jawab pihak desa dan aparat keamanan sepenuhnya. Saat ini, ribuan pemudik itu menjalankan isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing.

"Sesuai arahan Bupati Blitar, bagi pemudik diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yaitu menjalani karantina selama 14 hari. Karantina bisa dilaksanakan secara mandiri, bila rumahnya memenuhi persyaratan kesehatan. Bila tidak memenuhi persyaratan, dilaksanakan karantina di rumah karantina yang disediakan desa," imbuhnya.

Cholik memprediksi gelombang pemudik akan bertambah banyak menjelang bulan suci Ramadhan dan Lebaran. Untuk itu, pihaknya mengimbau ada peningkatan pengawasan isolasi mandiri dari pihak desa. Apalagi masih adanya laporan, mereka yang ODP tidak disiplin melaksanakan isolasi mandiri.

"Mereka menandatangani pernyataan bersedia disiplin dalam mengikuti karantina mandiri. Bila tidak, akan dikarantina tingkat desa," pungkasnya.



Share on Google Plus

About maxbet268