Teka-teki Sosok Wanita Bersenjata Pengirim Surat Beracun ke Trump


AGEN BOLA, Washington DC - Sosok wanita yang mengirimkan surat berisi racun risin kepada Presiden AS Donald Trump masih menyisakan teka-teki. Wanita bersenjata itu ditangkap saat menyeberang dari Kanada ke AS.

Juru bicara Royal Canadian Mounted Police menjelaskan operasi tersebut, yang dilakukan atas permintaan FBI pada Senin (21/9), dilakukan setelah seorang tersangka wanita ditangkap saat mencoba menyeberang ke Amerika Serikat dari Kanada.

Wanita itu, yang membawa senjata api ketika dia ditahan, dijadwalkan hadir di pengadilan AS pada Selasa (22/9) untuk menghadapi dakwaan federal setelah sidang ditunda sehari.

Unit khusus Angkatan Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP)--ahli kimia, biologi, bahan peledak dan ancaman nuklir--menggeledah sebuah rumah di Longueuil, selatan Montreal.

Polisi menolak untuk mengatakan apakah rumah itu milik tersangka, tetapi RCMP menambahkan bahwa surat berisi risin telah dikirim ke lima alamat lain di Texas.

Polisi di Hidalgo County Texas, tanpa merujuk langsung ke kasus Gedung Putih, mengatakan amplop surat mengandung racun risin telah dikirim ke empat petugas.

"Saat ini karena penyelidikan federal yang aktif, saya tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut," tulis Sheriff Hidalgo Eddie Guerra di Twitter, seraya menambahkan salah satu surat itu ditujukan kepadanya dan tidak ada yang terluka.

Media Kanada menyebut tersangka sebagai Pascale Ferrier (53), berkebangsaan Kanada dan Prancis.

Risin, yang diproduksi dengan mengolah biji jarak, bersifat mematikan bahkan dalam dosis kecil jika tertelan, dihirup atau disuntikkan. Racun ini menyebabkan kegagalan organ.

Surat untuk Trump ditemukan minggu lalu dan tidak sampai ke Gedung Putih, menurut The New York Times dan CNN.

Surat yang dialamatkan ke Gedung Putih itu pertama-tama diperiksa dan disortir di depot di luar Washington. CNN mengatakan isi amplop diuji berulang kali di satu depot dan dipastikan mengandung risin.

Selain itu, dari hasil penggeledahan itu, Kepolisian Kanada mengungkapkan ada enam surat mengandung racun risin mematikan yang dikirimkan ke wilayah Amerika Serikat (AS), termasuk ke Gedung Putih untuk Presiden Donald Trump.

"Kami meyakini total enam surat telah dikirimkan, satu ke Gedung Putih dan lima ke Texas," ungkap salah satu pejabat Kepolisian Kanada (RCMP), Charles Poirier, dalam pernyataannya seperti dilansir Reuters.

Hal itu diungkapkan Poirier saat mengawasi penggerebekan di apartemen tersangka. "Kami tidak bisa memastikan bahwa tersangka tinggal di sana (apartemen-red), tapi itu terkait dengannya," imbuhnya.

Poirier tidak menyebut lebih lanjut lima surat lainnya ditujukan kepada siapa saja di Texas. Namun Departemen Kepolisian di Mission, Texas, menuturkan bahwa pekan lalu pihaknya menerima surat mencurigakan. Juru bicara Kepolisian Mission, Art Flores, menyatakan pihaknya tidak membuka surat itu dan langsung menyerahkannya kepada Biro Investigasi Federal (FBI).

Flores juga menyebut bahwa Kepolisian Mission pernah menangkap wanita yang sama dengan yang kini ditahan di Buffalo, New York. Wanita itu ditangkap tahun 2019 lalu namun Flores tidak menyebut delik pidana yang menjerat wanita itu.

Secara terpisah, sumber penegak hukum AS menuturkan kepada Reuters bahwa FBI juga sedang menyelidiki sejumlah surat mengandung racun risin yang dikirimkan ke kantor penegak hukum dan fasilitas penahanan di Texas bagian selatan.

Sementara laporan Associated Press menyebut bahwa surat beracun itu juga dikirimkan ke kantor penegak hukum di Rio Grande Valley di Texas bagian selatan dan ke kantor Sheriff Hidalgo County di Texas.

Sejauh ini, menurut sumber tersebut, penyidik tidak menemukan ada keterkaitan tersangka dengan kelompok politik maupun teroris. Motif tersangka mengirimkan surat-surat beracun itu masih belum diketahui. RCMP menegaskan bahwa tim khusus Kimia, Biologis, Radiologis, Nuklir dan Bahan Peledak memimpin penyelidikan.

Share on Google Plus

About maxbet268