AS Ancam Akan Ada Konsekuensi Jika Brasil Pilih Huawei untuk 5G


AGEN BOLABrasilia - Duta Besar Amerika Serikat untuk Brasil mengingatkan adanya "konsekuensi" jika Brasil memilih perusahaan telekomunikasi China, Huawei untuk mengembangkan jaringan 5G-nya. Huawei adalah produk yang diboikot oleh AS.

Pernyataan Dubes AS itu disampaikan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Rabu (29/7) waktu setempat.

"Saya tidak akan mengatakan akan ada pembalasan, tetapi akan ada konsekuensi, jika Brasil menentang saran AS dan memilih perusahaan China," kata Duta Besar AS Todd Chapman kepada surat kabar Globo.

Brasil akan meluncurkan tender tahun depan untuk proyek mengembangkan generasi berikutnya dari teknologi telekomunikasi di negara terpadat di Amerika Latin itu.

Namun, Amerika Serikat telah secara aktif melobi negara-negara di seluruh dunia untuk memboikot Huawei, dengan alasan perusahaan itu dapat memungkinkan pemerintah China memata-matai data mereka.

"Kapan saja, pemerintah China dapat meminta Huawei untuk mengirimkan informasi itu," ujar Chapman.

"Saya tidak mengatakan ini untuk menghasilkan satu miliar dolar. Ini masalah keamanan nasional," ungkapnya.

Perusahaan lain yang menunjukkan minat dalam tender 5G Brasil itu termasuk Ericsson Swedia dan Nokia Finlandia.

Chapman juga memperingatkan Brasil bisa menakut-nakuti investasi asing dengan mengontrak perusahaan yang diklaim AS melanggar hak kekayaan intelektual.

"Posisi AS adalah untuk memperingatkan sekutu dan teman kita, seperti Brasil, sehingga mereka tahu dengan siapa mereka bekerja," lanjutnya.

Chapman mengatakan AS siap membantu mengamankan dana melalui International Development Finance Corporation, sebuah lembaga pemerintah AS, untuk menggelar 5G "bagi mereka yang membeli produk dari pemasok yang dapat diandalkan."

Tekanan itu membuat pemerintah Presiden Jair Bolsonaro terikat. Sejak menjabat tahun lalu, pemimpin sayap kanan itu telah membangun hubungan dekat dengan Presiden AS Donald Trump yang ia kagumi.

Tetapi China adalah mitra dagang terbesar Brasil. Perselisihan itu terjadi di tengah apa yang banyak analis gambarkan sebagai "Perang Dingin baru" antara AS dan China.

Share on Google Plus

About maxbet268