PlayStation dan Kasus Peretasan Paling Menghebohkan Lain

Kasus peretasan paling bikin geger di dunia, ada yang menimpa Adobe.

AGEN BOLA, Memiliki nama besar dan posisi penting, tak mengherankan banyak perusahaan besar atau bahkan instansi pemerintahan yang mengalami serangan dari hackers. Salah satunya adalah peretasan yang dialami PlayStation.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah kasus-kasus serangan siber yang pernah menghebohkan dunia. Ada yang masih kamu ingat.

1. Peretasan PlayStation

PlayStation Network bukan hanya sekali kena serangan hacker. Salah satu yang paling diingat adalah serangan kelompok peretas yang menamakan diri mereka LulzSec atau Lulz Security. Mereka berhasil membuat jaringan PlayStation mati hingga lebih dari satu bulan.

Geng hacker tersebut juga berhasil mendapatkan akses akun informasi, termasuk alamat, alamat email, password, username, dan security questions dari 77 juta user -- tak ketinggalan, sekitar 12 ribu data kartu kredit yang juga dicuri.

2. Stage Fright

Tahun 2015 silam, Android memiliki celah yang bisa disusupi oleh pesan singkat, bahkan pengguna dapat tetap terjebak tanpa membukanya. Probabilitas kerentanan ini didapati pada OS Jelly Bean ke bawah.

Tak sampai di situ, pada tahun yang sama, peneliti keamanan Joshua Drake menemukan Stagefright telah berevolusi. Kini muncul varian terbarunya yang diberi nama Stagefright 2.0. Drake mengatakan ancaman tersebut mengintai pengguna Android di seluruh dunia.

"Semua perangkat Android yang tanpa update patch keamanan dapat terserang masalah laten ini," ujarnya seperti dikutip dari laman Vice.

Dijelaskan Drake dalam blognya, untuk mengambil keuntungan dari bug ini, hacker mengelabui korban potensial untuk membuka sebuah situs web yang telah ditanamkan file mp3 ataupun mp4 berbahaya. Google dengan cepat mengambil langkah pengamanan untuk pengguna Android.

3. Adobe kena pencurian data

Kasus bermula pada Oktober 2013 ketika blogger keamanan Brian Krebs melaporkan peretas telah mencuri hampir 3 juta catatan kartu kredit pelanggan terenkripsi, Adobe. Tak hanya itu, data login untuk sejumlah akun pengguna juga berhasil bocor.

"Tampaknya mencakup lebih dari 150 juta nama pengguna dan hash pasangan kata sandi yang diambil dari Adobe," tulis Krebs.

Hasil penyelidikan menunjukkan peretasan mengarah bahwa benar adanya eksposur nama pelanggan, ID, kata sandi, dan informasi kartu debit dan kredit. Pada 2016, Adobe membayar USD 1 juta untuk menyelesaikan klaim perkara.

4. Serangan DDoS Estonia

Serangan siber pada 2007 di Estonia adalah sebuah serangkaian. Tak cuma satu sektor, dimulai pada 27 April 2007, para hacker menargetkan situs web organisasi Estonia, termasuk parlemen Estonia, kementerian, hingga perbankan.

Total waktu hack adalah sekitar tiga minggu atau tepatnya 22 hari.

Share on Google Plus

About maxbet268