Tiba Sore Ini, 156 Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia akan Jalani Rapid Test

156 Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia akan Jalani Rapid Test

Sesuai jadwal para PMI tersebut akan tiba di Juanda diperkirakan tiba pukul 14.50 WIB menggunakan maskapai Malaysia Airlines

Foto : Gubernur Jatim Khofifah jumpa pers di Grahadi

Surabaya ~ Surabaya - Sebanyak 156 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia dijadwalkan akan mendarat di Bandara Juanda, sore ini. Sebelum diantar ke kampung halamannya, mereka akan menjalani rapid test untuk mengecek apakah mereka terpapar corona atau Covid-19.
Sesuai jadwal para PMI tersebut akan tiba di Juanda diperkirakan tiba pukul 14.50 WIB menggunakan maskapai Malaysia Airlines.

"Kita akan kedatangan Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia. Yang sudah terkonfirmasi akan landing di Juanda. Jumlahnya ada sebanyak 156 orang," ujar Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (6/4/2020) petang.

Khofifah menegaskan pihaknya akan memberikan pemeriksaan standar prosedur covid-19. Misalnya, mereka akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal gun.

Kemudian seluruh PMI akan dilakukan screening menggunakan rapid test covid-19. Dari screening akan dilakukan klasifikasi apakah mereka masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), atau mungkin Orang Tanpa Gejala (OTG).

"SOP-nya selain dicek suhu tubuh besok juga akan dilakukan rapid test. Jika ada yang ditemukan positif maka akan langsung dilakukan perawatan untuk segera di-swab PCR," imbuh Khofifah.

Namun, jika di dalam pelaksanaan rapid test yang diberikan ternyata hasilnya negatif, akan dilihat lagi apakah mereka memiliki gejala menderita corona atau tidak. Jika ada gejala, mereka akan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

"Jika PMI sudah dirapid test hasilnya negatif dan tidak ada gejala klinis covid-19 maka mereka akan langsung diantarkan Pemprov Jawa Timur di titik-titik sesuai adal daerahnya dan langsung isolasi di desa selama 14 hari," papar Khofifah.

Khofifah menambahkan para PMI ini tetap dalam koordinasi masing-masing kepala desa, untuk dilakukan isolasi mandiri atau observasi selama 14 hari penuh.

Dari sistem screening berlapis ini, Khofifah meminta masyarakat yang ada di daerah asal PMI tak perlu cemas. Namun, para PMI juga harus mematuhi standar prosedur yang diminta.

Selain menyiapkan teknis pemeriksaan dan screening para PMI, Khofifah mengatakan Pemprov Jatim juga sudah menyiapkan 150 bed di Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) untuk pelaksanaan observasi awal termasuk screening rapid test.




Share on Google Plus

About maxbet268