Usai Diampuni Duterte, Marinir AS Pembunuh Transgender Dideportasi Filipina

Marinir Amerika Serikat Kopral Joseph Scott Pemberton, pembunuh wanita transgender di Filipina yang bebas usai diampuni Presiden Rodrigo Duterte. Ia sudah menjalani setengah masa hukuman dari 10 tahun penjara.

AGEN BOLAManila - Marinir Amerika Serikat (AS) yang dipenjara karena membunuh seorang wanita transgender di Filipina, dideportasi pada Minggu (13/9/2020) setelah diampuni Presiden Rodrigo Duterte.

Kopral Lance Joseph Scott Pemberton baru menjalani setengah dari hukuman penjara maksimal 10 tahun, atas kasus pembunuhan yang dilakukannya pada 2014.

Namun Duterte pekan ini secara tak terduga memerintahkan pembebasannya, dan menuai kecaman dari kelompok-kelompok HAM.

Pemberton (25) dikawal personel militer AS untuk naik pesawat militer AS di bandara Manila, menurut keterangan Biro Imigrasi Filipina.

"Pemberton ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Duterte karena telah memberinya pengampunan mutlak."

"Dia sangat berterima kasih atas pengampunan ini," ujar pengacaranya, Rowena Flores, dalam pernyataan.

Flores melanjutkan, Pemberton menyampaikan "simpati yang tulus atas rasa sakit ditimbulkannya" kepada keluarga korban Jennifer Laude.

Ini merupakan permintaan maaf resmi pertama dari marinis tersebut. "Dia berharap ada kata-kata untuk mengungkapkan dalamnya kesedihan dan penyesalannya," imbuh Flores.

Pemberton bertemu Laude pada Oktober 2014 di sebuah bar di barat laut kota Olongapo, setelah latihan militer gabungan AS-Filipina.

Dalam persidangan, pengadilan tingkat rendah mendengar bahwa Pemberton dan Laude hendak berhubungan seks, tetapi marinir yang mabuk itu melakukan kekerasan saat mengetahui Laude masih memiliki alat kelamin pria.

Pengacara keluarga Laude mengecam pengampunan itu, yang kian mempertebal sentimen anti-Amerika di negara bekas koloni AS itu.

"Semoga dia menemukan ketenangan pikiran. (Saya) berharap dari semua ini dia belajar nilai kehidupan dan martabat tanpa memandang jender dan kebangsaan," kata pengacara Virginia Suarez kepada AFP.

Sebagai bagian dari deportasinya ke "Negeri Paman Sam", Pemberton sekarang dilarang memasuki Filipina karena menjadi "risiko keamanan publik", lanjut keterangan biro imigrasi.

Share on Google Plus

About maxbet268