Militer Lebanon Temukan 4 Ton Amonium Nitrat di Gerbang Pelabuhan Beirut

Seorang tentara menyisir lokasi ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut, Lebanon

AGEN BOLABeirut - Militer Lebanon mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sejumlah besar muatan amonium nitrat di dekat gerbang masuk pelabuhan Beirut. Temuan itu didapat di dekat lokasi ledakan dahsyat bulan lalu yang disebabkan timbunan besar bahan kimia yang sama yang sangat mudah meledak itu.

Militer Lebanon dalam keterangannya menyatakan bahwa para teknisi militer sedang 'menanganinya'. Tidak disebutkan lebih lanjut kapan tepatnya muatan bahan kimia berbahaya itu ditemukan.

Pernyataan militer Lebanon menyebut ada 4,35 ton amonium nitrat yang ditemukan di luar gerbang nomor 9 di pelabuhan Beirut.

Ledakan dahsyat pada 4 Agustus lalu mengguncang ibu kota Beirut. Sedikitnya 191 orang tewas dan 6 ribu orang lainnya luka-luka. Otoritas Lebanon menyatakan bahwa ledakan itu dipicu oleh muatan 2.750 ton amonium nitrat yang sudah bertahun-tahun disimpan di salah satu gudang pelabuhan tanpa pengamanan.

Pemerintah Lebanon mengundurkan diri di tengah kemarahan publik, yang sudah lelah dengan situasi di negaranya yang dilanda krisis ekonomi. Namun publik masih cemas dan khawatir dengan muatan material berbahaya lainnya yang disimpan dengan cara tidak aman sehingga berisiko membahayakan mereka.

Pada Kamis (3/9) waktu setempat, Presiden Lebanon Michel Aoun memerintah perbaikan pada infrastruktur pengisian bahan bakar lama di bandara Beirut. Aoun juga menyerukan penyelidikan atas laporan soal kebocoran ribuan liter bahan bakar dari sistem tersebut.

Kepala bandara Beirut, Fadi el-Hassan, mengakui bahwa kebocoran 84 ribu liter bahan bakar terjadi pada Maret 2019 dan upaya perbaikan telah selesai dalam waktu dua bulan. Dia menegaskan bahwa para penyidik internasional menggambarkan perbaikan itu 'memuaskan'.

Kabar soal kebocoran itu semakin menambah kekhawatiran publik. Namun Hassan menegaskan situasinya aman. "Tidak ada ledakan yang menunggu kita," ucapnya dalam konferensi pers, sambil berupaya menepis kekhawatiran publik.

Share on Google Plus

About maxbet268