Ada Apa Lagi Ini, China Disebut Siap Perang ke AS & ASEAN?


AGEN BOLA, Media corong Partai Komunias China, The Global Times, menulis editorial khusus menanggapi hubungan panas Amerika Serikat( AS) dan sejumlah negara Asia Tenggara terkait Laut China Selatan.

Bahkan dalam artikel yang di publikasi akhir pekan itu, media itu menulis China memilki keberanian nyata untuk terlibat dalam perang, guna melindungi kepentingan inti negara itu dan siap menanggung segala akibatnya.

Media itu menuding sejumlah negara tetangganya dengan dukungan AS, mencoba memperlakukan China dengan kejam. Apalagi China, tulis editorial itu, adalah kekuatan ideologis yang ditolak AS dan Barat.

"Mereka percaya bahwa China, di bawah tekanan strategis AS, takut, tidak mau, atau tidak dapat terlibat dalam konflik militer dengan mereka," tulis pemimpin media itu, Hu Xijin, dikutip Rabu (16/9/2020).

"Kami yakin bisa menang di medan perang jika konflik terjadi dengan kekuatan tetangga yang memiliki sengketa teritorial dengan China."

"Demikian pula, jika ada perang dengan AS di dekat perairan pesisir China, kami juga memiliki peluang bagus untuk menang."

Ia pun mengatakan China siap perang secara militer dan moral. Maksudnya moral di sini, dikatakannya, China perlu memenangkan perang opini melawan narasi AS.

"Dalam kaitannya dengan konflik eksternal, salah satu masalah besar kita adalah kita berbicara terlalu sedikit dan terlalu lambat. Pihak lain selalu berbicara lebih banyak dan lebih cepat tentang detail konflik. Kita harus berusaha keras untuk memecahkan masalah ini," ujarnya.

Editorial tersebut dimuat pasca AS mengumumkan jet tempurnya kini tengah beroperasi di Laut China Selatan. Kapal induk USS Ronald Reagan mengerahkan pesawat udara untuk melindungi wilayah maritim sekutu dekat AS di kawasan tersebut.

Dalam Twitter resminya angkatan laut negeri Paman Sam berujar, operasi dilakukan di laut Filipina. Negara itu mengklaim ini merupakan bagian dari kebebasan navigas Asia Pasifik #FreeAndOpenIndoPasific.

"Satu-satunya kapal induk US Navy, USS Ronald Reagan, dikerahkan untuk melakukan operasi penerbangan saat beroperasi di Laut Filipina dan menyediakan pasukan siap tempur yang melindungi dan membela AS, dan kepentingan maritim sekutu serta mitra di wilayah tersebut," cuit akun @USNavy.

Sebagaimana diketahui China selama ini mengklaim 80% bagian Laut China Selatan melalui sembilan garis putus-putus (nine-dash line). Ini ditentang bukan hanya Malaysia, Vietnam, Taiwan, Brunei, termasuk Filipina.

Dengan Filipina, China terlibat konflik soal Beting Scarborough. Meski ditegaskan milik Filipina melalui arbitrase internasional, wilayah itu diduduki China sejak 2012.

Dengan RI, sebenarnya China tak memiliki masalah sengketa wilayah. Namun China akhir pekan kemarin terlibat insiden di Natuna Utara.

Di mana kapal coast guard (penjaga pantai) China masuk ke area itu. Mereka juga hendak pergi meski diusiR Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) karena menilai area tersebut masuk teritorinya.

Kapal dengan nomor lambung 5204 itu masuk Natuna sejak Sabtu (12/9/2020) pukul 10.00 WIB. Bakamla berhasil mengusirnya Senin (14/9/2020).

Kemarin, China merespon laporan tersebut. "Hak dan kepentingan China di perairan yang relevan sudah jelas," kata Wang Wenbin, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, pada jumpa pers seraya mengatakan kedua belah pihak telah berkomunikasi.

Share on Google Plus

About maxbet268