Bersitegang dengan Yunani, Turki Tarik Kapalnya dari Perairan Sengketa


AGEN BOLA, Kapal riset Turki yang menjadi sumber perdebatan soal eksplorasi minyak dan gas dengan Yunani di wilayah sengketa Mediterania Timur telah kembali ke perairan dekat selatan Turki.

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menyambut baik langkah itu dan menyebutnya sebagai "langkah positif pertama."

Meski demikian, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan langkah itu bukan berarti Turki "menyerahkan hak-hak kami di sana."

Ketegangan bermula saat Ankara mengirim kapal riset tersebut ke area survei yang diklaim oleh Yunani, Turki, dan Siprus.

Sejak saat itu, Ankara terancam dikenai sanksi oleh Uni Eropa, yang mendukung Yunani dan Siprus.

Mitsotakis meningkatkan tekanan pada Turki dengan mengumumkan pada Sabtu bahwa Yunani "mengerahkan kembali pasukan bersenjatanya."

Yunani juga akan membeli 18 jet tempur Rafale buatan Perancis, empat kapal pergat, dan empat helikopter angkatan laut.

Ia mengatakan militer Yunani akan menambah 15.000 personil bagi tentaranya dalam lima tahun mendatang.

Yunani dan Turki adalah anggota Nato, namun keduanya memiliki sejarah sengketa perbatasan dan mengklaim beberapa perairan yang sama.

Pada 10 Agustus, Turki mengirim kapal riset seismik Oruc Reis, didampingi oleh dua kapal bantu, untuk mencari potensi deposit gas dan minyak yang melimpah di pulau Kastellorizo selatan, Yunani.

Saat itu, menteri luar negeri Yunani menyebut ini sebagai "eskalasi baru yang serius" yang "menguak peranan" Turki dalam "mengurangi stabilitas" di wilayah.

Tegangan juga terdeteksi di sekitar Siprus soal hak-hak eksplorasi tersebut. Republik Siprus dan Yunani tidak mengakui Turki memiliki hak eksplorasi bagi wilayah utara Siprus, yang dikontrol Turki, di wilayah perairan sengketa.

Pada Minggu (13/09), Akar mengonfirmasi bahwa Oruc Reis telah kembali ke perairan Turki. Situs pelacak kapal menunjukkan bahwa kapal itu sekarang berada di dekat pelabuhan Antalya.

"Akan ada gerakan ke depan dan ke belakang yang telah direncanakan," kata Akar kepada kantor berita Turki, Anadolu.

Minggu lalu, angkatan laut Turki mengatakan bahwa Oruc Reis akan terus beroperasi di area tersebut sampai 12 September.

Menteri luar negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan pekerjaan penjelajahan migas akan dilanjutkan, namun sejauh ini tidak ada rencana untuk memperpanjang misi kapal.

Surat kabar pro-pemerintah Turki, Yeni Safak, mengatakan keputusan untuk tidak memperpanjang misi kapal itu "adalah sebuah langkah untuk memberi kesempatan bagi diplomasi untuk berjalan."

"Ini adalah langkah positif pertama. Saya harap akan ada lebih banyak lagi," kata PM Yunani Mitsotakis dalam sebuah konferensi pers di Thessaloniki, Minggu (13/09).

Prancis -yang bersilang pendapat dengan Turki soal krisis Libya- baru-baru ini mengerahkan dua jet tempur Rafale dan sebuah kapal pergat angkatan laut di Mediterania Timur menyusul tegangan antara Yunani dan Turki.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan militernya akan memonitor situasi.

Ia juga mendorong Turki untuk menunda eksplorasi migas di perairan sengketa.

Share on Google Plus

About maxbet268