Trump: Kim Jong Un Tunjukkan Jenazah Pamannya yang Tak Berkepala ke Publik

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump usai pertemuan singkat di garis demarkasi militer, zona demiliterisasi di desa Panmunjom, Korea Selatan, Minggu (30/6/2019).

AGEN BOLAWashington DC - Presiden AS Donald Trump mengklaim, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menunjukkan jenazah sang paman yang tak berkepala di hadapan publik.

Jang Song Thaek, salah satu figur berpengaruh di Korut, menjadi korban pembersihan yang dilakukan Kim pada 2013 atas tuduhan korupsi dan pengkhianatan.

"Kim memberitahukan kepada saya semuanya. Semuanya," kata Trump kepada jurnalis The Washington Post Bob Woodward, berdasarkan buku terbarunya Rage.

"Dia membunuh pamannya dan kemudian menempatkan jenazahnya di dudukan," kata dia, merujuk ke gedung yang digunakan pejabat senior Korea Utara.

"Kepalanya tidak ada. Dia menaruhnya di bagian dada," jelas presiden 74 tahun kepada Woodward.

Pyongyang tidak pernah membeberkan seperti apa eksekusi terhadap paman Kim Jong Un, kecuali laporan dia ditembak dengan senjata anti-pesawat.

Karena itu pernyataan Trump, untuk menunjukkan sedekat apa hubungannya dengan Kim, adalah yang pertama memaparkan seperti apa detil eksekusinya.

Wawancara kemudian berlanjut di mana presiden ke-45 AS itu menjelaskan mengenai upaya denuklirisasi yang mengalami kebuntuan.

Pertemuan keduanya dengan Kim di Hanoi, Vietnam, pada Februari 2019 itu berakhir dengan kegagalan karena dua pihak memaksakan argumen denuklirisasi mereka.

Korut meminta agar sanksi terlebih dahulu dicabut sebelum mereka melucuti senjata nuklir mereka, permintaan yang ditolak oleh Washington.

Saat pertemuan itu, delegasi penganut ideologi Juche tersebut menawarkan untuk melucuti fasilitas nuklir mereka di Yongbyon.

Namun merujuk pada keterangan ahli, Korea Utara jelas mempunyai fasilitas uji coba lain, sehingga Trump pun meminta lima situs diserahkan.

"Dengarkan, satu (situs uji coba) jelas tidak akan membantu. Begitu juga dengan dua, tiga, empat. Namun lima bisa memberi perbedaan," kata dia.

Presiden dari Partai Republik itu kemudian mengungkapkan lagi perkataannya kepada Kim, di mana dia meminta Kim menyerahkan situs di Yongbyon.

Sebab selain yang terbesar, situs tersebut juga yang tertua. Tetapi sang diktator dilaporkan tidak bisa memenuhi penawaran itu.

"Anda tidak siap untuk membuat kesepakatan. Baiklah, saya akan pergi kalau begitu," kata dia, dan mengaku membuat Kim terkejut.

Share on Google Plus

About maxbet268