Olympique Lyon Desak Pembatalan Ligue 1 Prancis Dicabut

Olympique Lyon Protes Pembatalan Ligue 1

Olympique Lyon Minta Cabut Pembatalan Ligue 1 Prancis

Olympique Lyon Protes Pembatalan Ligue 1

Olympique Lyon Merasa Pihak Ligue 1 Prancis Terlalu Cepat Mengambil Keputusan Membatalkan Musim 2019/20 Dikarenakan Melihat Liga Lain Siap Kembali Melanjutkan Kompetisi

Lyon, Prancis ~ Olympique Lyon mendesak Ligue de Football Professionnel (LFP) selaku operator kompetisi agar mencabut keputusan pembatalan Ligue 1 Prancis musim 2019/20.

Les Gones dan presiden mereka, Jean-Michel Aulas menjadi salah satu pihak yang paling vokal menentang keputusan LFP dalam menghentikan kampanye musim ini, yang dilakukan pada 30 April lalu, dan berniat mengajukan gugatan.

Selain membatalkan kompetisi, LFP juga menentukan klasemen akhir berdasarkan posisi sebelum liga dihentikan pada Maret lalu karena pandemi viru corona, membuat Paris Saint-Germain kembali juara, Olympique Marseille dan Rennes lolos ke Liga Champions serta Toulouse dan Amiens terdegradasi.

Olympique Lyon, salah satu dari beberapa tim yang merasa dirugikan akibat pembatalan liga, telah mengirim gugatan bersama dengan Amiens dan Toulouse, namun ditolak pada Jumat (22/05/2020) kemarin.

Pembatalan musim ini berarti juga membuat Olympique Lyon gagal tampil di Eropa untuk pertama kalinya dalam 23 tahun. Mereka merasa kubu Ligue 1 tergesa-gesa dalam mengambil keputusan dan mengambil contoh La Liga yang pekan ini mendapat lampu hijau dari pemerintah Spanyol untuk melanjutkan kompetisi pada 8 Juni.

Dalam pernyataan panjang yang ditujukan sebagai ucapan selamat kepada La Liga dan presiden mereka, Javier Tebas, Olympique Lyon mengatakan : "Javier Tebas sejak penangguhan liga menjelaskan bagaimana pembatalan kompetisi akan menjadi bencana ekonomi dan sosial yang sangat besar bagi sepakbola Spanyol, yang diperkirakan mencapai €1 miliar dan hanya rugi €300 apabila dilakukan pemulihan [melanjutkan kompetisi tanpa penonton]."

"Olympique Lyonnais berharap bahwa contoh yang ada di Spanyol setelah Jerman [kembalinya Bundesliga tanpa penonton] akan menjadi kemungkinan untuk mempertimbangkan kembali keputusan yang dilakukan terlalu cepat di Prancis."

"Kami dapat membayangkan posisi para pelatih dan pemain dari kompetisi di Prancis hari ini lebih memihak kepada kembali melanjutkan kompetisi ketimbang saat jajak pendapat yang dilakukan oleh UNFP [persatuan para pemain Prancis] pada 23 April atau ketika Didier Deschamps mengatakan kepada presiden Emmanuel Macron pada 27 April soal keengganan dan ketakutannya atas kesehatan para pemain."

Lebih dari 182.000 orang di Prancis telah terinfeksi COVID-19, namun angka kematian per hari telah turun menjadi 74 pada Jumat (22/05/2020) kemarin.

Share on Google Plus

About maxbet268